Pelestarian Cagar Budaya Borobudur


Selamat datang di Chandi Borobudur yang merupakan salah satu bangunan suci agama Buddha sebagai situs Warisan Budaya Dunia. Borobudur dan kawasannya mempunyai makna luhur dan bersejarah bagi bangsa Indonesia, sehingga membuat semua mata dunia terkesima dengan kemegahan dan keindahan bangunan ini. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Chandi Borobudur sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tersendiri sebagai daya tarik wisata utama, dan menjadi destinasi wisata prioritas bagi pengunjung nusantara dan juga mancanegara.

Chandi Borobudur dan kawasannya telah menarik antusiasme yang luar biasa untuk berwisata dan berkunjung dalam wisata tematik, dengan tujuan untuk mengenal dan memperdalam narasi sejarah, arsitektur dan seni rupa bangunan ini. Menikmati pembelajaran sejarah, mengikuti wisata tematik serta mengagumi kemegahan dan keindahan arsitektur Borobudur, merupakan bentuk apresiasi dan partisipasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur Chandi Borobudur, bersama Pamong Carita.

Pamong Carita yang ramah akan menemani di kesempatan menarik ini dengan memberikan narasi dan penjelasan yang bertujuan untuk mengenal dan mempelajari lebih dekat tentang Borobudur dan sekitarnya. Menyenangkan bersama Pamong Carita untuk memperkenalkan 'Upanat', yaitu alas kaki khusus yang digunakan saat mengunjungi teras-teras melalui koridor dengan rangkaian galeri panel relief, menuju ke puncak teras atas melingkar dengan deretan stupa di Candi Borobudur.

Berwisata bersama Pamong Carita, mengenal Borobudur dan sekitarnya lebih dekat, mendalami narasi sejarah, arsitektur dan seni rupa warisan budaya leluhur Candi Borobudur pada masa Jawa Kuno. Merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk menelusuri beberapa sumber narasi tentang keberadaan sejarah awal mula Borobudur.

Borobudur

Candi Borobudur adalah candi Buddha Mahayana, dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Sailendra, candi ini dirancang dengan bentuk arsitektur Buddha Jawa, yang memadukan budaya asli Indonesia adalah pemujaan leluhur dan konsep agama Buddha untuk mencapai Nirvana. 

Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri dari sembilan teras bertingkat, enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur or Barabudur
is a 9th–century Mahayana Buddhist temple, which consists of nine stacked platforms, six square and three circular, topped by a central dome, surrounded by 72 stupas and decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. Source: Guidance Technique Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.



Chandi Borobudur dan kawasannya merupakan situs Warisan Budaya Dunia, merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk menjelajahi beberapa kajian kebudayaan leluhur tentang pelestarian cagar budaya Borobudur dan beberapa candi-candi Budha lainnya.

Selamat Datang di Borobudur
Candi Borobudur adalah candi Buddha Mahayana dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Sailendra, candi ini dirancang dengan arsitektur Buddha Jawa, yang memadukan budaya asli Indonesia pemujaan leluhur dan konsep Buddha untuk mencapai Nirvana. Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha yang terdiri atas enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Chandi Borobudur

Selamat datang di Borobudur atau namanya disebut-sebut Barabudur, candi suci umat Buddha. Menyebutkan nama candi Borobudur, berasal dari dua kata yaitu kata 'bara' berasal dari kata 'biara' yang berarti tempat pemujaan bagi umat Buddha atau kuil, dan kata 'budur' berasal dari bahasa Bali 'beduhur' yang berarti 'di atas' atau 'bukit'. Maka makna kata 'biara dan beduhur' berubah menjadi Bara Budur, karena pergeseran bunyi menjadi Borobudur, yang artinya candi atau biara di atas bukit.

Stupa Borobudur
Tiga barisan melingkar dikelilingi oleh 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur atau Barabudur 
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri atas enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha.
Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur or Barabudur
is a 9th–century Mahayana Buddhist temple, which consists of nine stacked platforms, six square and three circular, topped by a central dome, surrounded by 72 stupas and decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. Source: Guidance Technique Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur atau Barabudur 
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri atas enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha.
Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur or Barabudur
is a 9th–century Mahayana Buddhist temple, which consists of nine stacked platforms, six square and three circular, topped by a central dome, surrounded by 72 stupas and decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. Source: Guidance Technique Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri dari sembilan teras bertingkat, enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. 
Chandi Borobudur terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Chandi Borobudur terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.



Stupa Borobudur
Tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Stupa berlubang Borobudur
Tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.


Stupa Borobudur
Tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri dari sembilan teras bertingkat, enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.



Stupa Borobudur
Tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Borobudur adalah candi atau kuil Budha Mahayana yang terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki stupa utama terbesar terletak di tengah yang sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha, duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan sikap tangan Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Barabudur atau Borobudur adalah candi atau bangunan suci Buddha Mahayana dengan arsitektur berbentuk stupa piramida berundak, yang didirikan oleh Samaratungga sekitar tahun 824 Masehi pada masa kejayaan pemerintahan wangsa Syailendra. Candi Borobudur merupakan candi atau kuil yang dirancang dengan arsitektur Buddha Jawa, yang memadukan budaya asli Indonesia pemujaan leluhur dan konsep Buddha untuk mencapai Nirvana.

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra sekitar abad ke-8 - 9 M, dan keberadaannya disebutkan dalam Prasasti Karangtengah tahun 824 M dan Sri Kahulunan tahun 842 M. Kurun waktu sekitar 782 – 812 M, masa kejayaan wangsa Sailendra, dengan latar belakang agama Buddha Mahayana. Borobudur sebagai bangunan suci untuk peribadatan dan tempat pemujaan.

Menurut sejarah, Borobudur tidak digunakan sebagai tempat peribadatan dan ditinggalkan pada sekitar abad ke-14 bersamaan dengan melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta masuknya pengaruh Islam. Setelah terkubur kurang lebih selama 800 tahun akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris di Jawa.

Candi Borobudur telah mengalami beberapa upaya penyelamatan dan pemugaran untuk mengembalikan kembali kejayaan dan kemegahan di masa lalu. Pemugaran pertama Candi Borobudur dipimpin oleh Theodore van Erp, dan dilaksanakan pada tahun 1907-1911 dan Pemugaran kedua dilaksanakan pada tahun 1973-1983, pemugaran yang terbesar digelar atas upaya kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia – Unesco World Heritage 1991.

Stupa-stupa teras Arupadhatu
Candi Borobudur memiliki stupa utama terbesar terletak di tengah yang memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang, di dalamnya terdapat arca Buddha. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Pelestarian Borobudur

Chandi Borobudur merupakan salah satu dari beberapa situs peninggalan Cagar Budaya di Indonesia yang berupa bangunan candi yang terbesar. Secara administratif Borobudur berada dan terletak di desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah.

Chandi Borobudur terletak diatas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung; Gunung Sundoro–Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu–Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, dan di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur.

Secara dimensional candi Borobudur memiliki denah persegi empat yang mempunyai ukuran panjang dan lebar 121,66 m x 121,38 m. Dengan ukuran tinggi tidak termasuk chatra pinacle, adalah 35,40 meter. Candi Borobudur tersusun dari batu andesit dan terdiri dari 10 lantai dengan puncak stupa Induk, yang paling besar dan dikelilingi oleh deretan tiga tingkat stupa berlubang dengan jumlah stupa 72 dan didalamnya terdapat arca Buddha.

Struktur Borobudur
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri dari sembilan teras bertingkat, enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat kubah tengah, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur

Chandi Borobudur or Barabudur
is a 9th–century Mahayana Buddhist temple, which consists of nine stacked platforms, six square and three circular, topped by a central dome, surrounded by 72 stupas and decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. Source: Guidance Technique Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Tersusun dari batu andesit sejumlah 55.000 meter kubik batu (2.000.000 potong batu) dan terdapat di dinding lorong relief ukiran batu dengan jumlah relief cerita 1.460 panil cerita yang terbagi dalam 160 panil cerita Karmawibhangga, 1300 panil cerita Lalitavistara, cerita Jataka Avadana dan cerita Gandawyuha. Sedangkan relief dekoratif berjumlah 1.212 panil.

Candi Borobudur merupakan salah satu bentuk peninggalan Cagar Budaya di Indonesia yang berupa bangunan candi. Dibangun pada abad IX dengan latar belakang agama Buddha Mahayana pada masa kejayaan wangsa Syailendra. Candi Borobudur terdiri dari 10 lantai dengan puncak berbentuk lonceng, stupa utama, yang paling besar dan dikelilingi oleh deretan tiga tingkat stupa berlubang dengan jumlah stupa 72 dan didalamnya terdapat arca Buddha.

Candi Borobudur dibangun abad VIII-IX M (Prasasti Sri Kahulunan 842 M, Raja Samaratungga, Dinasti Syailendra 782 – 812 M, Buddha Mahayana). Setelah terkubur selama 800 tahun akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Thomas Stanford Raffles.

Candi Borobudur mengalami dua kali pemugaran untuk mengembalikan kembali kejayaan kemegahan masa lalu. Pemugaran I: dipimpin oleh Theodore van Erp, dilaksanakan pada tahun 1907-1911 dan Pemugaran II: dilaksanakan pada tahun 1973-1983, oleh pemerintah Indonesia dan Unesco dan akhirnya candi Borobudur terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia tahun 1991 – Unesco World Heritage 1991.

Pemeliharaan dan perlindungan candi Borobudur sebagai destinasi wisata tunggal di Indonesia dilakukan oleh Balai Studi Konservasi meliputi beberapa hal diantaranya untuk menanggulangi bencana alam akibat letusan gunung berapi, yang paling dekat adalah gunung Merapi. Gunung yang paling aktif di Jawa.

Sebagai bangunan agama Buddha yang terbesar, dan tersusun dari 55.000 meter kubik batu dengan kondisi batu dan tanah bukit yang tidak stabil, maka perlu pemeliharaan dan perlindungan candi Borobudur. Perlindungan dari runtuhnya batu bangunan candi, tanah bukit yang tidak stabil menyebabkan longsor, ancaman tumbuhan lumut dan kerak batu memberikan perhatian yang serius.

Selama beberapa dekade terakhir, setelah pemugaran candi Borobudur oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO, konservasi Borobudur dilakukan oleh Balai Konservasi Borobudur di Indonesia dan melibatkan dunia yaitu UNESCO. Untuk saat ini Balai Studi Konservasi menjadi Balai Konservasi Borobudur.

Secara keseluruhan, UNESCO telah mempelajari dan mengidentifikasi dengan serius yang berkaitan dengan rehabilitasi candi Borobudur yaitu tentang tiga permasalahan penting dalam upaya pelestarian Borobudur: Disebutkan tiga hal yang meliputi hal-hal seperti vandalisme atau pengrusakan yang dilakukan oleh pengunjung, tidak stabilnya kondisi tanah yang menyebabkan erosi tanah pada bagian sebelah tenggara situs, dan analisis dan pengembalian bagian-bagian yang hilang.

Rehabilitasi Borobudur
Mencermati upaya rehabilitasi candi Borobudur setelah letusan gunung Merapi 2010, UNESCO menyumbangkan dana untuk mendanai upaya rehabilitasi pembersihan debu vulkanik. Pembersihan stupa di tiga teras tingkat Arupadhatu, dari debu vulkanik paska letusan gunung Merapi tahun 2010. Candi Borobudur pada pembersihan dan pemasangan drenase pipa air. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Rehabilitasi Borobudur

Sejarah menyebutkan Chandi Borobudur terletak tepat di atas bukit dan dibangun di tengah beberapa gunung dan perbukitan. Menengok ke arah barat, terdapat Gunung Sundoro dan Sumbing. Di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Merapi. Dilihat ke utara, kurang lebih 15 kilometer dari Borobudur terdapat bukit Tidar, dan di selatan dibatasi oleh perbukitan Menoreh. Borobudur terletak di pertemuan dua sungai yaitu Progo dan Elo yang letaknya di sebelah timur Chandi Borobudur dan Chandi Pawon.

Selamat datang di Chandi Borobudur yang merupakan salah satu bangunan suci agama Buddha sebagai situs Warisan Budaya Dunia. Borobudur dan kawasannya mempunyai makna luhur dan bersejarah bagi bangsa Indonesia, sehingga membuat semua mata dunia terkesima dengan kemegahan dan keindahan bangunan ini. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Chandi Borobudur sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tersendiri sebagai daya tarik wisata utama, dan menjadi destinasi wisata prioritas bagi pengunjung nusantara dan juga mancanegara.

Chandi Borobudur dan kawasannya telah menarik antusiasme yang luar biasa untuk berwisata dan berkunjung dalam wisata tematik, dengan tujuan untuk mengenal dan memperdalam narasi sejarah, arsitektur dan seni rupa bangunan ini. Menikmati pembelajaran sejarah, mengikuti wisata tematik serta mengagumi kemegahan dan keindahan arsitektur Borobudur, merupakan bentuk apresiasi dan partisipasi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur Chandi Borobudur, bersama Pamong Carita.

Pemeliharaan dan perlindungan candi Borobudur sebagai destinasi wisata tunggal di Indonesia dilakukan oleh Balai Studi Konservasi meliputi beberapa hal diantaranya untuk menanggulangi bencana alam akibat letusan gunung berapi, yang paling dekat adalah gunung Merapi. Gunung yang paling aktif di Jawa.

Sebagai bangunan agama Buddha yang terbesar, dan tersusun dari 55.000 meter kubik batu dengan kondisi batu dan tanah bukit yang tidak stabil, maka perlu pemeliharaan dan perlindungan candi Borobudur. Perlindungan dari runtuhnya batu bangunan candi, tanah bukit yang tidak stabil menyebabkan longsor, ancaman tumbuhan lumut dan kerak batu memberikan perhatian yang serius.

Selama beberapa dekade terakhir, setelah pemugaran candi Borobudur oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO, konservssi Borobudur dilakukan oleh Balai Studi Konservasi di Indonesia dan melibatkan dunia yaitu UNESCO. Untuk saat ini Balai Studi Konservasi menjadi Balai Konservasi Borobudur (BKB).

Secara keseluruhan, UNESCO telah mempelajari dan mengidentifikasi dengan serius yang berkaitan dengan rehabilitasi candi Borobudur yaitu tentang tiga permasalahan penting dalam upaya pelestarian Borobudur: Disebutkan tiga hal yang meliputi hal-hal seperti vandalisme atau pengrusakan yang dilakukan oleh pengunjung, tidak stabilnya kondisi tanah yang menyebabkan erosi tanah pada bagian sebelah tenggara situs, dan analisis dan pengembalian bagian-bagian yang hilang.

Tanah liat berada pada curah hujan yang tinggi menjadi gembur, akibat beberapa kali gempa bumi, dan curah hujan dapat menggoyahkan struktur bangunan ini. Gempa bumi akibat letusan gunung berapi adalah faktor yang berdampak paling parah, karena tidak saja batu-batu dapat jatuh dan pintu gerbang pelengkung ambruk, tanah yang bergerak dan bergelombang yang dapat merusak struktur bangunan.

Tradisi kebudayaan yang berhubungan dengan masyarakat Jawa bahwa tujuan untuk mendapatkan keberuntungan dengan menyentuh batu Borobudur telah meningkatkan popularitas salah satu stupa yang berada di tingkat atas yang berbentuk lingkaran, dengan tradisi menyentuh arca Buddha didalamnya telah menarik banyak pengunjung yang sebagian besar adalah untuk mendapatkan keberuntungan.

Papan pengumuman tentang apa yang dilakukan selama berkunjung dan berada di bangunan. Borobudur telah memberikan tulisan yang terdapat di beberapa teras banyak papan peringatan untuk tidak menyentuh apapun, pengumandangan peringatan melalui pengeras suara dan adanya penjaga, hal-hal yang berhubungan dengan vandalisme seperti pengrusakan dan pencorat-coretan relif dan arca masih banyak terjadi, hal ini jelas akan merusak bangunan situs bersejarah ini.

Pada 27 Mei 2006, telah terjadi gempa yang berkekuatan 6,2 skala richter mengguncang pesisir pantai selatan Jawa Tengah. Bencana alam ini telah menghancurkan beberapa wilayah sebelah selatan dengan korban terbanyak di Yogyakarta, bencana tersebut tidak banyak berpengaruh pada candi Borobudur.

Pada 28 Agustus 2006, simposium bertajuk Trail of Civilizations (jejak peradaban) digelar di Borobudur atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, hadir pada acara tersebut perwakilan dari UNESCO dan negara - negara yang mayoritas Buddha di Asia Tenggara, seperti Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Kamboja.

Candi Borobudur sangat terdampak pada letusan Gunung Merapi tahun 2010, debu vulkanik menutup bangunan dan mencapai ketebalan sekitar 25 sentimeter (10 in) menutupi bangunan candi pada letusan tanggal 3–5 November 2010. Debu vulkanik juga merusak dan mematikan tanaman di sekitar, dan para ahli mengkhawatirkan debu vulkanik yang secara kimia bersifat asam, sehingga dapat merusak batuan bangunan bersejarah ini. Kompleks candi ditutup 5 sampai 9 November 2010 untuk membersihkan lapisan debu.

Membersihkan candi dari endapan debu vulkanik akan menghabiskan waktu kurang lebih sekitar 6 bulan, kemudian penghijauan kembali dan penanaman pohon di lingkungan sekitar untuk menstabilkan suhu, dan terakhir menghidupkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Stupa-stupa sebelum pemugaran
Candi Borobudur pada kondisi bagian Stupa sebelum pemugaran. Sumber: Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.


Candi Borobudur setelah pemugaran Van Erp
Candi Borobudur Pemugaran I (1907-1911) pemugaran pada bagian puncak candi yaitu tiga teras melingkar dan stupa induk. Sumber: Balai Konservasi Borobudur. Tehnik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Lebih dari 55.000 blok batu candi harus dibongkar untuk memperbaiki sistem tata air dan drainase yang tersumbat adonan debu vulkanik bercampur air hujan. Restorasi berakhir November 2011, lebih awal dari perkiraan semula.

Chandi Borobudur
Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Candi Borobudur memiliki stupa utama terbesar terletak di tengah yang memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang, di dalamnya terdapat arca Buddha. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Tangga Borobudur melalui gapura Kala Makara. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Berada di Borobudur

Sejarah menyebutkan Chandi Borobudur terletak tepat di atas bukit dan dibangun di tengah beberapa gunung dan perbukitan. Menengok ke arah barat, terdapat Gunung Sundoro dan Sumbing. Di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Merapi. Dilihat ke utara, kurang lebih 15 kilometer dari Borobudur terdapat bukit Tidar, dan di selatan dibatasi oleh perbukitan Menoreh. Borobudur terletak di pertemuan dua sungai yaitu Progo dan Elo yang letaknya di sebelah timur Chandi Borobudur dan Chandi Pawon.

Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide.

Mendapatkan lebih banyak narasi dan materi tentang Chandi Borobudur dalam bentuk kajian sejarah, arsitektur dan seni rupa dalam salah satu pembahasan tulisan dan catatan dalam Barabudur atau Borobudur, Candi Buddha Pusaka Budaya Indonesia. Menjelajahi Borobudur dan mendapatkan bacaan yang lain, lebih mudah untuk membaca dalam KEBUDAYAAN BOROBUDUR - BELAJAR DENGAN PEMANDU WISATA. Membaca lebih menyenangkan jelajahi narasi tematik lebih detil dalam Wisata Sejarah Candi Borobudur Bersama Pamong Carita.

Chandi Borobudur atau Barabudur 
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri atas enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha.
Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur or Barabudur
is a 9th–century Mahayana Buddhist temple, which consists of nine stacked platforms, six square and three circular, topped by a central dome, surrounded by 72 stupas and decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. Source: Guidance Technique Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Dalam narasi sejarah Borobudur disebutkan ukiran panil relif yang terpahat pada dinding kaki candi dalam teks Karmawibhangga, tentang persembahan alas kaki yang disebut dengan 'Upanat' kepada Brahmana.

Upanat (alas kaki) Borobudur

Salah satu relif dinding kaki candi dalam teks Karmawibhangga, tentang persembahan alas kaki dengan nama 'Upanat', alas kaki yang dipersembahkan kepada Brahmana, agar mendapatkan pahala dan kemakmuran dalam kehidupan. Sumber: Balai Konservasi Borobudur. Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Menjelaskan bahwa 'Upanat' merupakan alas kaki yang digunakan pada saat mengunjungi teras Candi Borobudur. Kunjungan ini bertujuan untuk lebih mengenal Borobudur, mempelajari sejarahnya, mengikuti wisata tematik serta mengagumi kemegahan dan seni rupa monumen ini. Hal ini sebagai bentuk apresiasi dan mengenal Borobudur, serta berperan dalam menjaga dan melindungi situs warisan budaya dunia di Borobudur, Indonesia.

Baca narasi dan materi lengkap tentang Chandi Borobudur dengan berkunjung dan jadikan wisata Anda semakin menyenangkan, jelajahi lebih detail narasi tematik budaya Borobudur bersama Pamong Carita. Membaca menjadi lebih menyenangkan, menggali narasi lebih detail dan membaca dalam bahasa Inggris memang menyenangkan dan juga terkesan sangat menarik untuk diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dan fleksibel, dapatkan bacaan detail di Welcome to Borobudur Temple, the fabric of life in the Buddhist culture. Jelajahi, kagumi keindahan seni rupa dalam gambar dan foto di PHOTO IMAGE BOROBUDUR.

Borobudur Warisan Budaya Dunia
Salah satu cagar budaya peninggalan Wangsa Sailendra. Sumber: Teknik Kepemanduan Candi Borobudur arisguide. Foto arisguide.
arisguide
Sangat menyenangkan dalam perjalanan bait suci bersama saya.

Gambar Borobudur
Struktur Borobudur
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana, dirancang dengan arsitektur Buddha Jawa yang memadukan budaya pemujaan leluhur asli Indonesia dan konsep Buddha untuk mencapai Nirwana. Borobudur terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Selamat Datang di Borobudur
Candi Borobudur adalah candi Buddha Mahayana dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Sailendra, candi ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha, dirancang dengan arsitektur Buddha Jawa, yang memadukan budaya asli Indonesia pemujaan leluhur dan konsep Buddha untuk mencapai Nirvana. Sumber: Tehnik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Pemandangan bukit Menoreh dan stupa Borobudur

Keindahan pemandangan bukit Menoreh dari teras-teras barisan stupa, adalah legenda Gunadharma tentang perbukitan Menoreh, cerita arsitek Borobudur. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Stupa berlubang
Chandi Borobudur dengan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha yang duduk bersila. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Chandi Borobudur atau Barabudur 
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri atas enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.

Selamat datang di Chandi Borobudur 
Chandi Borobudur atau Barabudur merupakan candi Buddha Mahayana yang dibangun pada abad ke-9, terdiri atas enam teras persegi, dan tiga teras melingkar, di atasnya terdapat stupa besar, dikelilingi oleh 72 stupa dan dihiasi 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Sumber: Teknik Kepemanduan Chandi Borobudur arisguide. Foto arisguide.




Comments

Popular Posts